LinuxSec - Indonesian Linux Portal

Konfigurasi Music Player di TS3 dan Discord dengan SINUSBOT

Selasa, 21 Maret 2017

Halloo.. kali ini kita akan membahas instalasi SinusBot di Teamspeak 3. Berawal dari teman saya yang punya bot pemutar musik di server teamspeak tempat saya biasa nongkrong saat compe CS;GO, iseng iseng saya pun coba buat bot saya sendiri. Langkah langkahnya pun tidak sulit.

Xenta OS - Distro Linux Indonesia dengan Tampilan Menarik

Satu lagi karya anak bangsa di dunia opensource yang patut diapresiasi. Yup, Xenta OS baru saja hadir untuk meramaikan dunia opensource di Indonesia. Kerennya lagi, distro ini sudah punya repository sendiri.

Mengenal Distribusi Linux Asal Indonesia

Jumat, 17 Maret 2017

Di Indonesia, perkembangan opensource dan linux tergolong cukup pesat. Selain sebagai pengguna, banyak komunitas yang mulai "melahirkan" distro distro baru. Dan jangan salah, banyak distro lokal yang cukup populer dan memiliki banyak pengguna. Dan berikut beberapa diantaranya.

Cara Mudah Clone Website dengan HTTrack Website Copier

Rabu, 15 Maret 2017

Oke kali ini kita akan membahas cara untuk meng-clone isi dari website (html dan css nya) menggunakan HTTrack. Tool ini sendiri lebih difaforitkan karena selain mudah digunakan, hasil clone nya rapi, bahkan letak folder style nya pun sama seperti aslinya.

Butuh Referensi Film Hacker? Kamu Bisa Cek Disini!

Sabtu, 11 Maret 2017

Sampai saat ini film dengan tema hacking atau cyber criminal masih memiliki banyak peminat. Tidak heran di grup grup diskusi tentang IT sering ada pertanyaan mengenai list film hacker. Nah kali ini saya akan membagikan list film hacker dari berbagai genre.

Belajar Menggunakan Teks Editor Vim di GNU/Linux

Jumat, 03 Maret 2017

Hallo, kembali lagi di LinuxSec untuk membahas salahsatu tutorial dasar di GNU/Linux yaitu pengenalan vim editor. Vim adalah aplikasi editor yang dapat berjalan pada console/terminal untuk mempermudah kita dalam melakukan proses membuat, melakukan perubahan file serta menambahkan perintah dengan cepat dan efisien. Selain lebih hemat memory daripada editor GUI, biasanya pengguna GNU/Linux lebih memilih editor berbasis terminal seperti vim karena dianggap lebih "cool" dibanding menggunakan teks editor GUI seperti Gedit.