Cara Mudah Membuat Persistence Ubuntu dan Linux Mint di Flashdisk

Monday, November 14, 2016

Kali ini kita akan membahas tentang membuat persistence Ubuntu di flashdisk. Mungkin akan berguna bagi kamu yang sering bepergian dan hanya membawa flashdisk saja, booting Ubuntu via flashdisk lewat laptop teman. Apa bedanya persistence dengan USB Live biasa? Persistence USB bisa digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang dibuat selama live session, jadi bisa digunakan untuk berulang ulang pemakaian. Berbeda dengan Live USB yang memang tujuannya untuk instalasi di hard drive saja.

Yang dibutuhkan :
  • ISO Linux
  • USB Flashdisk
  • GParted
  • Unetbootin

Untuk ISO linux bebas pakai apa, disini saya menggunakan Xubuntu 14.10 . Gparted sudah preinstall, sementara untuk unetbootin bisa diinstall menggunakan perintah berikut :
wget http://launchpad.net/unetbootin/trunk/625/+download/unetbootin-linux-625.bin -O unetbootin && chmod +x unetbootin
Cara menjalankannya tinggal masukkan perintah
./unetbootin
Pertama kita atur partisi Flashdisk menggunakan GParted. Disini saya menggunakan Flashdisk berikuran 8GB.
Kita hapus partisi Flashdisk tersebut karena akan diatur ulang.
Klik kanan pada lokasi flashdisk nya lalu pilih Unmount selanjutnya Delete.
Sekarang kita punya unalocated sebesar 8GB.
Kita buat partisi untuk Linux Live nya sebesar 1.5 GB. Format fat32
Sisanya kita gunakan untuk alokasi Persistence nya. Label casper-rw Format ext4
Selanjutnya klik menu Edit lalu Apply All Operations
Lalu berikan flag boot pada partisi yang pertama, yang fat32.
Hasil akhir nya seperti ini :
Selanjutnya masuk tahap instalasi sistem ke Flashdisk.
Buka Unetbootin, masukkan source ISO nya.
Untuk "Space used to preserve files across reboots" isikan saja 100MB. Gak perlu banyak banyak, itu partisi persistance yang dibuat oleh Unetbootin, namun karena kita sudah membuat partisi persistence sebelumnya, jadi nanti bakal dihapus.
Tunggu sampai selesai.
Setelah selesai, cek di flaashdisk kalian partisi pertama, pasti ada file bernama casper-rw berukuran 100MB. Nah hapus file tersebut.
Selamat, sekarang kalian sudah memiliki Ubuntu / Linux Mint Persistent Live USB.
Saat booting USB, pilih Try Xubuntu without Installing (karena saya pakai Xubuntu. Sesuaikan saja)

Saya coba membuat file bernama persistence.txt dan ketika saya lepas flashdisknya kemudian saya boot lagi ke flashdisk yang sama file tersebut masih ada. Berarti sukses 😀

Berikut hal yang tidak boleh dilakukan dengan persistence USB :
  • Mengupgrade sistem. melakukan upgrade sistem (apt-get upgrade) akan merusak konfigurasi persistence yang dibuat. Hal tersebut juga berlaku untuk core files seperti kernel dll.
  • Install Driver. Menginstall driver juga akan memperbaharui konfigurasi yang tersimpan sebelumnya.
Hal yang boleh dilakukan :
  • Membuat folder dan file
  • Install software pendukung (contoh: browser, aplikasi pemutar media)
  • Install Sistem ke Hard Drive
Dengan Persistence USB ini kalian bisa mengubah Flashdisk menjadi alat hacking tentunya. Tinggal buat bootable nya LionSec atau BackBox yang sama sama turunan Ubuntu. Menarik bukan ?
Baiklah sekian tutorial kali ini. Jika ada yang belum jelas silahkan bertanya.

Artikel Terkait General ,Linux ,Linux Mint ,Tips ,Tools ,Tutorial ,Ubuntu ,Utilities

No comments:

Post a Comment