Beware, Sembarangan Install Software Bajakan Bisa Terkena Ransomware

Tuesday, December 20, 2016

Dalam beberapa bulan terakhir ini memang sedang marak di sosial media seperti facebook yang mengeluh sambil mengupload screenhot desktop Windows nya berubah dengan warning karena data komputer mereka terenkripsi oleh ransomware. Awalnya saya penasaran kenapa banyak sekali teman yang terkena ransomware, padahal kalo dilihat dari latarbelakangnya, mereka bukan orang yang buta internet, beberapa diantaranya malah anak anak yang aktif di underground. 

Screenshot diatas diambil dari akun RDP teman saya yang terkena ransomware. Beberapa waktu lalu saya memang ikut menggunakan RDP tersebut sebagai regular user (bukan admin) untuk sekedar reupload anime di zonawibu.net . Eh paginya mau coba reupload pas login RDP desktopnya sudah berubah. Dan setelah saya tanyakan ke admin RDP nya, awal terkena ransom saat instalasi Accunetix cracked version.

Disini nampaknya para penyebar ransomware mulai melihat "kesempatan" dimana memang masih banyak diantara kita yang suka mencari software software bajakan. Beberapa software cracker memang legit , namun banyak pula yang tidak diketahui asal usulnya. Jadi, silahkan hati hati sendiri.

Selain lewat software bajakan, penyebaran ransomware maupun trojan bisa melalui dokumen. Yup, file docx bisa disisipi virus. Jadi berhatihatilah saat membuka dokumen atau file yang nama file nya terlihat menggiurkan. Contoh
  • private_hacking_tutorial.docx
  • dump_account_twitter.txt
  • kumpulan_hasil_phising.pdf

Dan dokumen dokumen sejenis. Jika bukan dari orang yang benar benar teman dekat, JANGAN sekali kali membuka dokumen "haram" tersebut. Bukan apa, sekarang trojan maupun ransomware tersebut sudah banyak yang lolos verifikasi keamanan seperti lolos upload ke facebook maupun email.

Solusi
Solusi biar aman dari ransomware gimana bang?

Oke disini saya bukan membagikan solusi buat yang kena ransomware. Karena saya sendiri tidak pernah terkena ransomware, dan banyak ransomware jenis baru yang decriptornya belum ada.
Namun cara menghindari ransomware, jangan sembarangan install software bajakan dari internet. Dan jagan sembarangan pula mendownload dokumen yang tidak jelas asal usulnya.

Opsi kedua, PAKAI LINUX.
Yoo, bukan mau overproud ke GNU/Linux. Namun memang disinilah tempat bagi kita yang pengen belajar tentang security secara aman. Misalnya dari contoh diatas, Accunetix agar bisa digunakan ssecara permanen (bukan trial) pilihannya adalah membeli lisensi dan menggunakan crack. Namun jika kita memilih menginstall yang crack, berarti ada kemungkinan software tadi zonk, kena ransomware. 
Sementara di GNU/Linux kita diberi alternatif yang lebih powerfull, ada w3af untuk audit keamanan maupun DirBuster untuk web crawler. Selain gratis, software di GNU/Linux rata rata open source.
Saya tidak bilang GNU/Linux 100% aman dari ancaman ransomware, namun faktanya masih sangat minim ransomware yang menyerang keluarga GNU/Linux.

Oke sekian artikel ringan kali ini, jika ada yang mau ditambahkan silahkan komentar.

Artikel Terkait Artikel ,Hacking ,Security

7 comments:

  1. wadoo, ngeri gan :( .untung aje ane pake linux :D, btw kasian tuh yg kena ransomware harus nebus 2.5BTC = Rp.26.587918 (26jt) ,turut berbela sungkawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa gan untung ane pake linux :D

      Delete
  2. kasian baget pengguna windows.....

    untuk ane pake kali rolling hehehe jadi masih aman.... :D

    ReplyDelete
  3. sama bang, ane download havij crack malah kena ransom -_-

    ReplyDelete
  4. ada saran yang ampuh gak, selain harus membayar 26 juta itu gan ?
    Help me..

    ReplyDelete