Bolehkah Pemula Menggunakan Kali Linux?

Wednesday, February 14, 2018


Bolehkah Pemula Menggunakan Kali Linux? - Sebelum membaca artikel ini, harap menjadi perhatian bahwa saya menulis artikel ini bukan karena menganggap diri lebih master sehingga berani menyebut "pemula" ke pengguna GNU/Linux yang lain. Namun artikel ini dibuat semata-mata untuk memberi pengertian kepada siapa saja yang belum mengenal linux namun ingin menggunakan Kali Linux.


Kali Linux. Ya, siapa sih yang gak kenal sama distro satu ini. Distro reinkarnasi BackTrack ini diklaim sebagai "The most Advanced Penetration Testing Distribution, Ever." . Banyak yang bilang kalau Kali Linux memang dirancang khusus untuk para penetration tester dan juga security professional.

Saya Pemula. Bolehkah Saya Menggunakan Kali Linux?
Artikel ini sendiri bermula dari banyaknya pertanyaan di grup Kali Linux paling cancer di Indo, gak perlu disebut lah nama grupnya. Yang aktif di Facebook pasti tau. Ketika ada orang yang kebetulan pakai Windows, atau orang yang kebetulan baru punya komputer atau laptop dan ingin mencoba Kali Linux, maka selalu ada yang bakal komen :
"jangan pakai Kali Linux, itu gak cocok buat pemula".
"pakai dulu Ubuntu sampai mahir, baru pindah ke Kali Linux".
"buset dah, pemula kok pake kali linux, lebih baik pake ubuntu aja gan, atau linux mint"

Atau yang lebih sadis dengan keluar statement "Kali Linux hanya untuk advanced user". 

Well, se-master apakah kamu sampai keluar statement seperti itu? Dan lebih lucu lagi kalau statement ini keluar dari "bocah" yang baru kenal Kali Linux setelah melihat aksi Elliot di serial Mr.Robot. Mungkin setelah menamatkan MrRobot satu season, mereka sudah merasa seperti Elliot dan self-proclaimed sabagai advanced user Kali Linux.

Oke sekarang saya jelaskan. Kali Linux sendiri merupakan turunan dari Debian. Ubuntu juga turunan Debian. Yang berarti, keduanya sama-sama menggunakan package manager apt (Advanced Package Tool). Dari cara install pun, keduanya tidak jauh berbeda, apalagi di Kali Linux juga disediakan GUI Installer. ISO Kali Linux pun sudah disediakan pilihan lingkungan desktop apa yang ingin dipakai.

Apalagi di Kali Linux kita juga bisa menggunakan Synaptic (semua turunan Debian dapat menggunakan Synaptic) sehingga bagi yang belum familiar dengan perintah apt-get untuk manajemen aplikasi bisa menggunakan package manager Synaptic. Intinya kalau sama-sama penggunaan dasar, yang membedakan Ubuntu dan Kali Linux hanyalah di Kali Linux sudah tersedia ribuan tools siap pakai yang dapat membuatmu berangan-angan sebagai hacker professional.

Namun memang harus diakui, dukungan komunitas (forum-forum) Kali Linux lebih keras. Artinya kamu bakal dibully juga menanyakan pertanyaan basic yang jawabannya ada di Google. Contohnya mau run script, error karena salah direktori dan sudah ada bacaan "no such file or directory" masih nanya ke grup/forum "gan ini kenapa?". Kamu ini memang niat pengen dibully apa gimana? . Saya kira untuk pertanyaan seperti ini, bertanya di grup Ubuntu pun SANGAT TIDAK DIANJURKAN. Jangan manja! Semua distro linux saat terjadi masalah selalu menampilkan error nya apa. Dan itu bisa kamu gunakan untuk mencari referensi di Google. Dan untuk tambahan, jika memang belum paham dengan sistem operasi linux, belajar dulu tentang perintah dasarnya seperti ls, cd, pwd, atau bagaimana cara menggunakan vim. Gak lucu kan mau run script brute force akun Facebook tapi kebingungan karena gak tau perintah cd.

Jadi, jika kamu adalah "pemula", belum kenal GNU/Linux, entah itu menggunakan Ubuntu, Kali Linux, Linux Mint, selama itu masih keluarga Debian tidak ada yang sulit. Untuk memahami sistem di Kali Linux tidak perlu menjadi "advanced user" terlebih dahulu. Dan menurut saya malah buang buang waktu jika tujuan akhirmu adalah ingin memakai Kali Linux namun malah mengikuti saran si master untuk menggunakan Ubuntu sampai mahir baru install Kali Linux. Bakal kerja dua kali karena sistemnya pun sama.

Sampai disini biasanya "Kali Linux fanboy" akan menyodorkan link dari docs.kali.org :
https://docs.kali.org/introduction/should-i-use-kali-linux
Atau mengutip kalimat berikut:

If you are looking for a Linux distribution to learn the basics of Linux and need a good starting point, Kali Linux is not the ideal distribution for you. You may want to begin with Ubuntu, Mint, or Debian instead. If you’re interested in getting hands-on with the internals of Linux, take a look the “Linux From Scratch” project.

Kalimat diatas lah yang menjadi dasar Kali Linux fanboy menyarankan pemula untuk menggunakan Ubuntu saja. Sejauh ini saya bisa menangkap maksud dari kalimat yang tertera di halaman docs.kali.org diatas dan apa tujuan developer Kali Linux menulis klaim tersebut.

"Kali Linux is not the ideal distribution for you" yang dimaksud oleh developer adalah bahwa di Kali Linux tersedia ribuan tools untuk tujuan pentesting. Dan mungkin resource tersebut hanya akan terbuang jika penggunanya masih sibuk belajar cara install aplikasi. Hanya itu letak "tidak cocok untuk pemula" nya. Bukan berarti sistem di Kali Linux jauh lebih sulit dari Ubuntu atau Linux Mint sehingga perlu keahlian khusus atau perlu menjadi advanced user terlebih dahulu untuk mencoba Kali Linux.

Jadi, meskipun kamu seorang pemula sekalipun, jika memang penasaran dengan Kali Linux silahkan install. Kali Linux sama-sama user friendly seperti Ubuntu. Dan untuk Kali fanboy, mungkin kamu juga tidak cocok menggunakan Kali Linux juga pengetahuanmu hanya sebatas Metasploit dan sqlmap. Toh bakal banyak ribuan tools yang tidak terpakai. Jadi lebih cocok pakai Ubuntu saja dan install Metasploit dengan Nightly Installer serta git clone sqlmap dari Github.

Mungkin kalau kamu benar-benar advanced user, Arch Linux lebih cocok untukmu. Atau BlackArch...

Kali Linux, The most Advanced Penetration Testing Distribution (for Script Kiddies), Ever.

Artikel Terkait Artikel ,Kali Linux

5 comments:

  1. nanti juga terbiasa pakai kali. Kalau dia sering - sering searching :D

    ReplyDelete
  2. udah nyaman sama backbox, pas pindah ke kali rasanya aneh

    ReplyDelete
  3. min, saya pasang kali linux cd rom tidak terdeteksi, berbagai cara saya pelajari juga tidak ada perubahan,, adakah yang bisa bantu?

    ReplyDelete
  4. Ah, pake Kali nub, ane pake Slax, soalnya ngangkat di ram 1gb. B|

    ReplyDelete