Install dan Konfigurasi Ansible di Ubuntu untuk Manajemen Server yang Lebih Mudah

Friday, October 26, 2018

Install dan Konfigurasi Ansible di Ubuntu untuk Manajemen Server yang Lebih Mudah - Oke kali ini kita akan membahas Ansible. Bagi yang belum tau, Ansible adalah sebuah provisioning tool yang dikembangkan oleh RedHat. Tool ini ditujukan agar seorang devops dan sysadmin bisa memanajemen banyak server dengan lebih mudah dan terstruktur. Jadi memang tujuannya adalah bagi orang yang memanajemen banyak server. Misal seorang sysadmin yang mengelola lebih dari 10 server.


Ansible bekerja menggunakan protokol SSH dan tidak memerlukan agent di sisi server.
Instalasi Ansible di Ubuntu
Pertama, tambahkan repository PPA Ansible. Sebenarnya di repository official Ubuntu sudah tersedia Ansible, tapi kita gunakan yang dari PPA agar versi yang terinstall lebih terupdate.
sudo apt-add-repository ppa:ansible/ansible
sudo apt-get update

Selanjutnya install Ansible
sudo apt-get install ansible

Konfigurasi Ansible
Sebelumnya, kalian atur dulu agar kalian bisa mengakses server kalian tanpa password SSH. Tutorialnya bisa kalian lihat disini:


Sekarang kita coba untuk memanajemen server Ubuntu dari Ubuntu client. Sorry juga kalo yang dibuat contoh adalah server Ubuntu karena vps CentOs saya sedang dipakai untuk project lain.

Oke, sekarang kita masukkan server kita ke file konfigurasi Ansible.
sudo nano /etc/ansible/hosts
Masukkan dengan format berikut:
[ubuntu-server]
192.168.1.5 ansible_ssh_user=yuyudhn ansible_port=22

  • [ubuntu-server] adalah nama grup nya. Jadi jika kita memiliki beberapa server dengan karakteristik yang sama, kita bisa masukkan dibawahnya.
  • untuk ansible_port sebenarnya tidak perlu, jika kalian menggunakan port default ssh. Namun jika kalian menggunakan non standard port seperto ssh diganti ke port 666 maka diperlukan untuk mengindentifikasi port yang digunakan.
  • untuk host, bisa diisi dengan IP maupun domain.
Ansible sendiri bisa digunakan untuk menjalankan semua host sekaligus dengan parameter all, atau seluruh host dibawah grup yang sama, atau juga panggil satu host nya saja.
Contoh:
yuzuriha@linuxsec:~$ ansible all -m ping

192.168.1.5 | SUCCESS => {
    "changed": false,
    "ping": "pong"
}


yuzuriha@linuxsec:~$ ansible ubuntu-server -m shell -a "uname -rv"
192.168.1.5 | CHANGED | rc=0 >>
4.4.0-135-generic #161-Ubuntu SMP Mon Aug 27 10:45:01 UTC 2018


yuzuriha@linuxsec:~/.ssh$ ansible 192.168.1.5 -m shell -a "uname -rv"
192.168.1.5 | CHANGED | rc=0 >>
4.4.0-135-generic #161-Ubuntu SMP Mon Aug 27 10:45:01 UTC 2018

Oke sekian tutorial kali ini. DI tutorial selanjutnya kita bahas tentang Ansible Playbook.

Artikel Terkait Ansible ,Ubuntu

No comments:

Post a Comment