Cara Mudah Membuat File Swap di Linux

Kamis, 30 Mei 2019

Cara Mudah Membuat File Swap di Linux. Swat di Linux ada dua jenis yakni swap berbentuk partisi maupun file. Nah yang menggunakan partisi ini swap nya berbeda partisi dari sistem. Kelebihannya, kita cuma butuh satu partisi swap meski ingin menginstall banyak varian linux. jadi misal dual boot Debian dan Ubuntu, kita cuma butuh satu partisi swap.


Kedua adalah swap file. Swap file ini dibuat menyatu dengan file system. Kelebihannya, ukuran swap ini fleksibel alias bisa dirubah rubah. Jadi yang biasa ngubah kapasitas swap cocok pakai swap file, tapi kekurangannya, swap file ini hanya millik sistem yang berjalan saat itu. Jadi jika swap file di Ubuntu tentu tidak terbaca saat kalian boot ke Debian. Satu lagi, Swap file lebih lambat dalam hal performa dibanding swap partisi. Pembahasan ini sudah pernah saya tulis di artikel tentang kegunaan swap.


Dit tutorial sebelumnya saya juga pernah membahas bagaimana cara membuat dan mengaktifkan swapfile dengan menggunakan perintah dd. Nah, yang lebih simple adalah menggunakan perintah fallocate. Perintah ini bisa digunakan untuk membuat satu blok file yang nantinya akan kita gunakan sebagai swapfile.

Misal, kita akan membuat swap file dengan ukuran 4GB maka perintahnya
fallocate -l 4G /swapfile
Maka akan tercipta swap file berukuran 4GB di direktori /. Selanjutnya kita bisa ubah permission di file tersebut agar tidak bisa sembarangan diakses.
chmod 600 /swapfile

Mengaktifkan File Swap
Setelah file swap terbentuk, kita ubah formatnya agak menjadi swap file dan selanjutnya kita aktifkan dengan perintah
mkswap /swapfile
swapon /swapfile
Membuat File Swap Menjadi Persistent
Saat kalian membuat file swap diatas, file tersebut hanya akan aktif dan hilang saat direboot. Untuk membuatnya persistent dan membuatnya langsung aktif berjalan saat booting, gunakan perintah berikut
echo '/swapfile none swap sw 0 0' | sudo tee -a /etc/fstab

Baiklah kalian telah berhasil membuat dan mengaktifkan file swap di Linux. Untuk memeriksanya, bisa gunakan perintah htop. Sekian artikel kali ini dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan komentar.

Artikel Terkait Linux