Pengalaman Pertama Saat Menggunakan Linux

Minggu, 13 Desember 2015

Berhubung bingung mau nulis apa, kali ini saya share tulisan ringan saja tentang pengalaman menggunakan linux. Awal saya menggunakan Linux, kenapa saya tertarik dengan Linux, dan apa yang saya dapat dari Linux.

Saya pertama kali mencoba linux di awal tahun 2013. Sekitar bulan April 2013. Belum lama sih. Waktu itu alasan saya ingin mencoba Linux adalah ketertarikan saya terhadap Metasploit. Oleh karena itu, Linux pertama yang saya coba adalah Kali Linux, dual boot dengan Windows 8. Wow, ggwp lah baru pertama kali pake linux langsung pake kali.

Namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan, permasalahan pertama yang saya hadapi adalah driver Wireless yang tidak terdeteksi. Sudah mencoba mencari solusi sana sini tapi tidak ada penyelesaian. maklum, masih pemula di Linux, langsung dapat problem di WiFi. Akhirnya saya menyerah. Hanya 3 hari menggunakan kali Linux, saya balik lagi ke Windows. Partisi Linux nya saya hapus. Seminggu kemudian saya mencoba menginstall Ubuntu. Asal klik saja sebenernya, dan "berhasil" . Saya cukup senang waktu itu. Namun setelah direboot dan tau bahwa saya secara tidak sengaja waktu melakukan penginstallan tadi juga mengapus partisi Windows, pikiran saya benar benar kacau. Penyesalan pertama, Windows 8 yang terhapus tersebut adalah WIndows 8 Original, pre-installed bawaan laptop. Kedua, partisi D dan E nya juga ikut terhapus. Semua tugas, laporan, dan modul matakuliah saya di disk D ikut terhapus, yang artinya saya harus mengerjakan ulang semua laporan yang terhapus itu. Sementara di E ada banyak koleksi JAV HD yang terhapus. Karena hal itulah, laptop yang sudah terinstall Ubuntu itu tidak saya sentuh selama 2 hari. Soalnya kalo megang laptop rasa nya masih sakit banget *lebay .

kemudian saya mencoba bangkit *wkakaka . Berhubung di Ubuntu tersebut driver WiFi nya sudah terinstall, saya download Windows 7 bajakan beserta aktivator nya . Harus diakui memang, saya belum bisa full migrasi ke Linux. Karena aplikasi Windows untuk mata kuliah macam Inventor tidak bisa dijalankan di Wine. Singkatnya sekarang saya dualboot Windows 7 ( bajakan ) dengan Ubuntu 14.04 . Namun hanya seminggu menggunakan Ubuntu, saya merasa kurang. Banyak tools yang harus diinstall dan bukannya tidak bisa, tetapi cukup ribet kalo harus install satu satu. Mulai dari Metasploit, Nmap, sqlmap, dan alat audit security yang lain.

Dari sinilah saya akhirnya mencoba BackBox Linux. Distro penetration testing turunan Ubuntu. Saat pertama melihat interface BackBox ini, saya langsung tertarik. namun masalahnya sama seperti saat menggunakan kali Linux, driver wifi bermasalah. Saya pernah baca kalau Realtek ( Driver WiFi saya realtek ) memang kurang cocok dengan BackBox. Sempat berpikir untuk balik ke Ubuntu, namun akhirnya saya putuskan untuk tetap menggunakan backBox Linux. Setelah mencari solusi sana sini, akir nya ketemu jawaban, yautu dengan menginstall ulang module realtek di BackBox.

Yosh, masalah pertama selesai. ternyata ada masalah lain, setelah diupdate windows border hilang. dan artikel tentang backbox ini sangat minim di Google. Akhirnya dengan mencoba sendiri, masalah bisa diselesaikan.

Sebenarnya, tantangan saat mengatasi masalah yang ada itulah, yang membuat menggunakan OS Linux menjadi menarik.
Sampai saat ini pun saya masih menggunakan BackBox Linux. Untuk interface sudah sering gonta ganti mulai gnome classic, cinnamon, mate, dll.
Dan di blog ini banyak sekali artikel tentang linux, sebenarnya selain untuk dibagikan ke pembaca, itu juga sebagai arsip pribadi saya. Jika sewaktu waktu butuh tidak perlu repot googling.

Dari tulisan diatas bisa disimpulkan bahwa mungkin kita tidak langsung berhasil saat mencoba hal baru. bahkan mungkin akan menghadapi musibah. Contohnya salah set partisi yang malah menyebabkan file hilang semua. Tapi dengan itu kita jadi punya pengalaman di masa mendatang bukan ?

Dan bagi yang ingin mencoba Linux, buang jauh jauh mindset bahwa " linux itu rumit, linux itu susah " . Linux secara interface sudah menyamai Windows, tidak ada yang sulit.
Dan satu lagi, jangan terlalu memaksakan diri, misalnya, biar dianggep keren, pakai Kali Linux padahal lebih mudah pakai Arch Linux, dsb. Semua Linux itu keren. Tergantung penguna nya.
Toh meski pakai Kali Linux, kalau ceroboh tetep bisa dibobol.

Jadi, jangan ragu untuk menggunakan Linux, karena Linux itu keren. ✌

Update 08/02/2018
Wow, saya tidak menyangka ternyata artikel yang hanya berisi pengalaman pribadi saya saat menggunakan GNU/Linux untuk pertama kali ini mendapat banyak respon dan juga pembaca. Terimakasih karena sudah meluangkan waktunya . Share juga pengalamanmu menggunakan GNU/Linux di komentar.

Artikel Terkait Artikel ,General ,Linux