Beberapa Mitos dan Pandangan Yang Salah Terhadap GNU/Linux

Jumat, 29 April 2016

Beberapa alasan kenapa orang orang masih bertahan dengan OS bajakan dan enggan migrasi ke GNU/Linux adalah adanya pandangan yang salah dari orang orang terhadap Operating System yang powerfull ini. Kesalahpahaman ini menyebabkan mereka 'takut' untuk mencoba GNU/Linux, sehingga mereka masih berkontribusi menyumbang predikat Indonesia sebagai salah satu pembajak OS Windows terbesar di dunia.

Mungkin yang perlu saya tekankan disini untuk beberapa poin akan saya beri opini dan fakta yang ada di sekitar saya pribadi. Jadi mungkin agak berbeda atau mungkin malah berbeda dengan yang terjadi di lingkunganmu.
Oke langsung saja dimulai dari yang pertama.

1. Linux Itu Susah, Hanya Untuk Expert Saja
Untuk yang satu ini saya rasa semua setuju karena anggapan salah ini pun pernah ada di pikiran saya. Ya, saya pun pernah merasa enggan untuk hijrah ke GNU/Linux karena beranggapan linux itu susah. bayangan saya kalau membahas linux langsung ke terminal berwarna hitam dengan kode kode tidak jelas yang sulit dipahami.
Dan ketika saya akhirnya hijrah ke linux sekalipun, banyak orang beranggapan saya jago IT atau ahli jaringan hanya karena saya pakai linux. Pernah waktu ke wifi corner ada orang sebelah ngelirik pas tau saya pakai Ubuntu bilang "wah mas nya jago IT ya? kok main nya linux".

Padahal taukah kamu, GNU/Linux itu memiliki banyak varian yang tingkat kesulitan pemakaiannya beda beda. Dan untuk kamu yang baru migrasi dari Windows, Ubuntu dan turunanya adalah pilihan yang tepat karena sangat user friendly. Saya pun yang awalnya beranggapan linux itu susah ketika pertamakali mengoperasikan Ubuntu langsung bilang "lah gini doang. ternyata gak susah susah amat".

Gak percaya? Buktikan sendiri :D
Tampilan Desktop Ubuntu
2. GNU/Linux itu Kebal Terhadap Virus
Nah yang ini mungkin adalah kebalikan dari yang pertama. Kalau yang pertama adalah faktor orang enggan migrasi ke Linux, nah yang kedua adalah faktor orang pengen cepet cepet migrasi ke Linux.

Bener gak sih di GNU/Linux bebas virus? Bisa iya dan bisa tidak. Linux memang lebih aman jika dibanding Windows.Dan kebanyakan virus virus terutama adware yang berseliweran di internet mengincar user Windows. So, mungkin migrasi ke linux bisa jadi pilihan yang tepat.

Namun, kalian harus tetap hati hati. Di linux pun dapat terkena virus. Karena kecerobohan pengguna, bahkan banyak ransomware yang menargetkan pengguna GNU/Linux. Jadi menurut saya kesimpulannya adalah Linux memang lebih aman, namun pengguna tetap harus berhai hati.

3. Sistem Operasi Linux Tidak Stabil
Karena dikembangkan, dijalankan, dan dimaintain oleh komunitas, banyak yang mengira GNU/Linux tidak stabil.Padahal dengan adanya komunitas, dan adanya bug bisa langsung disubmit dan dicari solusinya tersebut menjadikan GNU/Linux OS yang stabil. Adanya perilisan versi beta dan release candidate sebelum versi final juga untuk meminimalisir ketidakstabilan dari distro linux yang diluncurkan/dirilis. Sehingga tidak perlu takut Linux tidak stabil.Toh jika ada kesulitan , ada forum tempat kalian bisa menanyakan solusi dari permasalahan yang ada.

4. Kalo Pake Linux, Gak Bisa Pake Windows Lagi
Ini juga alasan orang enggan memakai linux. mereka pikir, jika mereka harus menginstall linux, maka mereka tidak bisa menggunakan windows nya lagi. Padahal banyak distro linux yang bisa di dual boot dengan Windows. Ubuntu malah memiliki fitur "install ubuntu alongside windows" saat pembagian partisi. Sehingga kalian sebenarnya tetap bisa menggunakan Windows dan Linux secara bersamaan, mungkin untuk mencoba terlebih dahulu. Dan jika sudah mantep dengan GNU/Linuxnya, silahkan full migrasi ke Linux.

5. Linux Tidak Populer
Hmm. untuk yang terakhir ini mungkin bisa benar sih. Mungkin jika ini di kalangan lokal atau offline, kalian akan kesulitan mencari bantuan jika terjadi sesuatu. Namun, banyak sekali komunitas komunitas GNU/Linux di internet yang bisa menjadi wadah untuk tanya jawab dan berdiskusi masalah GNU/Linux. Jadi kalau dibilang GNU/Linux tidak populer mungkin kurang tepat. Dan kalau kamu sudah menguasai dasar dasar linux, mungkin kamu juga dapat menyebarkan opensource di daerahmu dengan membentuk komunitas pengguna GNU/Linux.

6. Tidak Bisa Main Game di Linux
Memang tidak semua game support di Linux. Namun dengan bertambahnya pengguna GNU/Linux, sekarang developer developer game sudah mulai melirik pasar linux.  Kalian bisa cek sendiri di steam sudah ratusan game populer yang bisa dimainkan di perangkat bersistem operasi GNU/Linux.. Bahkan Steam sendiri meluncukan Steam OS yang berbasis Debian. Sekarang juga sudah banyak game dengan grafik masa kini yang support di linux. Baik Real Time Strategy, First Person Shooter, Open World,  dan game kategori lain.

Nah mungkin sekian dulu artikel kali ini. Ada tambahan ? Silahkan komentar, nati saya update artikel nya.
Share juga ke teman temanmu biar mereka tau.

Artikel Terkait Artikel ,General ,Linux