Inilah Daftar Desktop Environment Populer di Linux

Friday, May 13, 2016

Membicarakan varian distro linux yang mungkin banyak digemari, tentu tidak lepas dari DE yang dibawa. Orang menggunakan Xubuntu bisa jadi karena suka dengan XFCE, atau Menggunakan Lubuntu karena suka dengan LXDE. Nah kali ini saya akan share daftar DE populer yang banyak digunakan pengguna GNU/Linux.
1. GNOME
Gnome merupakan salahsatu DE yang populer. Selain tampilannya yang terkesan elegan, menu menu di Gnome juga sangat mudah digunakan. Gnome sendiri termasuk DE yang mudah di kustomisasi.
Beberapa DE juga dikembangkan dari GNOME seperti Unity maupun Cinnamon. Biasanya Gnome sendiri "membawa" file manager Nautilus.
Banyak distro populer yang menggunakan Gnome sebagai DE default seperti Debian, Ubuntu Gnome, Fedora, dll.
Kelebihan Gnome :
  • Modern dan touch-friendly UI
  • Mudah dikustomisasi

Kekurangan Gnome :
  • Berat, boros sumber daya.

2. Unity
Desktop Environment Unity digunakan oleh distro Ubuntu sebagai DE default. DE ini sendiri dikembangkan oleh Canonical dan berbasis dari GNOME 3.
Kelebihan :
  • Tampilan Solid
  • Pengoperasian mudah

Kekurangan :
  • Susah dikustomisasi
  • Berat
  • Hanya tersedia di Ubuntu

3. XFCE
XFCE juga termasuk DE yang populer. Saat ini admin sendiri menggunakan DE ini untuk diinstall di Ubuntu. Alasannya rata rata sederhana, mereka butuh DE yang ramah sumber daya. Yup, DE yang ringan.
Banyak distro pupuler yang menggunakan DE ini sebagai DE default seperti Xubuntu, BackBox, Manjaro, dll.
Kelebihan :
  • Ringan
  • Mudah dikustomisasi
  • Support di hardware tua
Kekurangan :
  • Aplikasi preinstall yang dibawa DE ini sedikit.

4. KDE
KDE tergolong Desktop yang populer dan "mewah" . Tampilannya yang benar benar enak dipandang dan mudah dikustomisasi menjadikan DE ini disukai banyak pengguna Linux. Selain mudah dikustomisasi, DE ini juga cukup fleksibel. KDE sendiri membawa koleksi aplikasi nya sendiri, dan kita tidak memerlukan aplikasi tambahan untuk meng-kustom KDE.
Beberapa distro yang menggunakan KDE sebagai DE default adalah OpenSUSE dan Kubuntu.
Kelebihan :
  • Powerful
  • Modern UI
  • Mudah dikustomisasi
  • Banyak software yang kompatibel di KDE
Kekurangan :
  • Berat
  • Beberapa komponen mungkin sulit digunakan.

5. Cinnamon
Cinnamon dikembangkan dari GNOME 3 dan pada awalnya didesain untuk Linux Mint. Cinnamon sendiri didesain agar mudah digunakan , dan pengguna baru merasa familiar.
Kelebihan :
  • Tampilan menarik
  • User friendly
Kekurangan :
  • Terdapat banyak bug jika dicoba di distro luar Linux Mint.

6. LXDE
DE ini juga lumayan banyak pengguna. Terutama bagi mereka yang menginginkan DE super ringan , tentu saja opsi selain XFCE. DE ini juga didesain user friendly sehingga tidak membingungkan.
Beberapa distro yang menggunakan LXDE antara lain Fedora dan Manjaro LXQt.
Kelebihan :
  • User Friendly
  • Ringan
  • Support hampir di semua distro
Kekurangan :
  • Tampilan mungkin kurang menarik.

7. MATE
MATE juga cukup populer. DE ini dikembangkan dari GNOME 2. Dan ditujukan bagi user yang tidak mau berpindah ke GNOME 3.
MATE sendiri hadir dengan koleksi aplikasi dari GNOME 2.
Contoh distro yang menggunakan MATE sebagai DE bawaan adalah Ubuntu MATE.
Kelebihan :
  • Mudah dikustomisasi
  • Simple
  • Ringan
Kekurangan :
  • Tampilan mungkin terlihat kuno
Oke mungkin itu beberapa Desktop Environment yang bisa kalian coba. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share juga ke teman teman kalian.

Artikel Terkait Desktop ,General ,Interfaces ,Linux ,Utilities

3 comments: