Perlukah Memasang Privacy Protection pada Domain?

Senin, 08 Januari 2018

Whois Guard atau Privacy Protection biasanya digunakan untuk menyembunyikan identias dari pemilik domain. Di beberapa registrar, Whois merupakan layanan ekstra yang digratiskan, namun ada juga yang harus membayar untuk layanan ini. Nah pertanyaannya, perlukan memasang Whois Guard pada domain yang kita beli?

Screenshot diatas adalah contoh domain yang meggunakan Whois Guard. Jadi informasi pemilik domain seperti nama, phone number, alamat, dan email disamarkan.

Lalu seperti apa contoh domain yang tidak menggunakan Whois Guard? Berikut contohnya :
Jadi nama yang digunakan saat daftar, serta informasi lainnya akan ditampilkan. Ya mungkin untuk identitas bisa dipalsukan, cuma repotnya kalau domainmu di kemudian hari kena masalah dan diharuskan verifikasi identitas, bakal repot kalau identitasnya gak cocok. Saran saya sih kalau domain digunakan untuk jangka panjang mending pakai identitas asli.

Oke kembali ke topik. Pentingkah memasang privacy protection pada domain yang kita beli? Jawabannya tergantung kebutuhan.

Jika domain tersebut digunakan untuk website perusahaan atau katakanlah kalian mau buat startup, lebih disarankan untuk tidak menggunakan whois protection. Karena biasanya saat orang ingin menggunakan jasa yang kamu tawarkan, mereka akan mengecek website mu dan menilai dari beberapa kriteria. Seperti umur domain dan juga pemilik yang jelas. Biasanya kalau domainmu masih baru dan whois di protect, auto gak dilirik.

Lalu bagaimana jika domain digunakan untuk keperluan pribadi? Untuk blog misalnya. Nah kalau yang ini saya sarankan menggunakan whois protection. Kejahatan di internet itu luas, dan bukan tidak mungkin itu dimulai dari ketidakpedulianmu terhadap privasimu sendiri?
Contohnya : identitasmu disalahgunakan untuk menipu orang. Hal ini bisa saja terjadi jika apalagi jika web atau blog mu sudah cukup punya nama. Atau, ini yang sering banget kejadian (dan saya sampe bosen), identitasmu digunakan untuk melakukan social engineering terhadap registrar domain. Mereka (attacker) mengaku sebagai pemilik domainmu dan melakukan live chat ke registrar untuk sekedar mengubah nameserver (dns hijacking through social engineering) atau bahkan untuk mendapatkan informasi yang lebih sensitif seperti password akun domainmu. Dan sayangnya, kebanyakan CS di registrar Indonesia belum teredukasi dengan bahaya social engineering ini. Banyak bahkan yang belum bisa membedakan mana email yang benar benar dikirim oleh pemilik domain atau email yang dikirim oleh attacker menggunakan mailer. Ya memang masih ada beberapa registrar domain yang lebih direkomendasikan karena lebih aman. Contohnya di riaucybersolution.net. Domain indoxploit yang saya beli disana sudah sering kena soceng namun masih aman sampai sekarang.

Dan kemungkinan buruk lain adalah email yang terekspos di whois biasanya akan menjadi sarang email spam. Entah email spam jasa SEO, jasa desain web, dan jasa yang berhubungan dengan web lainnya. Dan itu biasanya setiap hari. Jadi saya sarankan untuk mendaftar domain menggunakan email lain atau email utama yang biasa digunakan untuk berkomunikasi.

Harga untuk privacy protect sendiri bervariasi. Di registrar Indonesia, harganya berkisar Rp.20.000,- sampai Rp.90.000,- . Tapi mengingat bahaya apa saja yang kemungkinan terjadi, lebih baik domain yang baru didaftarkan dipasang Whois Guard atau Privacy Protection.

Artikel Terkait Privacy