Cara Mudah Install Arch Linux dengan Zen Installer (dengan Gambar)

Friday, February 16, 2018

Cara Mudah Install Arch Linux dengan Zen Installer - Beberapa waktu lalu saya menulis bagaimana cara instalasi Arch Linux yang secara keseluruhan menggunakan cli karena memang hanya itu yang disediakan dari official. Nah, mungkin tutorial atau cara install Arch Linux dengan perintah perintah di terminal tersebut agak sulit jika kita terbiasa dengan GUI installer. Nah, di tutorial ini, saya akan share cara mudah install Arch Linux yang secara keseluruhan menggunakan grafik.
Zen Installer adalah graphical installer untuk Arch Linux. Dan enaknya lagi, fitur fitur yang disediakan pun banyak. Bahkan kita bisa langsung install Desktop di Arch Linux dengan Zen Installer. 

Apa saja yang ditawarkan oleh Zen Installer? Berikut fitur nya:
  • UEFI support added
  • Installer will detect Nvidia graphics cards and offer to install nvidia drivers
  • Graphical Network Confirguration
  • AUR support
  • Easy Installation
  • A true graphical (point and click) install
  • Support for installing most popular desktop environments

Oke langsung saja kita coba ya. Di tutorial ini saya menggunakan VMware namun tutorial ini juga bisa diikuti meski kalian ingin menginstall di harddisk.
Pertama, download dulu Zen Installer. Pilih sendiri 32bit atau 64bit. Lalu buat bootable nya. Tidak perlu saya jelaskan, kalo di Windows bisa pakai LiLi atau di Linux bisa pakai Etcher.

Oke, saya anggap sekarang kalian sudah siap install. Boot usb yang sudah ada zen installernya.

Selanjutnya akan muncul pupup, jika kalian ingin menginstall Arch Linux pastikan kalian memiliki koneksi internet. Jika kalian menggunakan WiFi, bisa langsung konek melalui icon wifi di menubar atas. Bisa dibilang semua jadi mudah karena GUI, jadi kalian tidak perlu bingung bagaimana cara konek ke internet melalui terminal.

Kita coba test koneksi.

Selanjutnya kita akan masuk ke tahap instalasi. Disini ada dua pilihan yang diberikan yaitu partisi otomatis dan manual. Jika kamu memiliki harddisk kosong dan ingin full install Arch Linux mungkin bisa pilih otomatis. Namun jika kalian ingin dual boot, pilih manual. Meski full install pun saya sarankan pilih manual agar lebih leluasa membagi partisi partisinya. Disini saya menggunakan manual partition.


Selanjutnya akan muncul daftar disk yang tersedia. Karena saya menggunakan VMware dengan alokasi 10GB, maka yang muncul adalah sda dengan kapasitas 10GB.



Pengaturan partisi sendiri menggunakan gparted. Tipe table partition nya pilih msdos

Di tutorial ini karena saya menggunakan VMware, saya hanya memberi ruang sebanyak 10GB untuk Arch Linux dengan pembagian 6GB untuk sistem dan 4GB untuk home. Namun jika kalian ingin menginstall di harddisk, berikut pembagian partisi ideal nya:
  • 10GB /
  • 10GB /home
  • 2GB swap

Jadi total 22GB. Oke lanjut ke tutorial. Langsung saja disini saya bagi partisi menjadi dua bagian dengan tipe ext4.


Setelah tahap pembagian partisi selesai, sekarang masuk ke tahap instalasi.
Ingat, pemilihan partisinya sesuaikan dengan pembagian partisi yang sudah kalian atur sebelumnya. Jadi silahkan disesuaikan sendiri.




Selanjutnya pilih bahasa di sistem. Disini saya gunakan default saja.

Keyboard model jika tidak tau tekan Cancel

Time Zone pilih waktu lokal.



Selanjutnya, atur hostname atau nama komputer yang ingin dipakai.

Tahap berikutnya adalah menambahkan regular user dan juga mengatur password root.



Selanjutnya kita pilih shell yang ingin digunakan. Disini saya menggunakan zsh.


Lalu pilih kernel yang ingin digunakan. Disini saya menggunakan kernel lts. Berikut penjelasannya:
  • linux - kernel ini menggunaan versi uptodate. Namun bisa saja terdapat bug.
  • kernel-lts - kernel ini adalah kernel yang fokus pada kestabilan dan menyediakan dukungan longterm (jangka panjang).
  • linux-hardened - kernel ini sudah dibekali dengan hardening dan terinstall grsecurity.
  • linux-zen - kernel ini merupakan kernel yang disediakan dari zen installer sendiri. Sudah dioptimasi sedemikian rupa sehingga aman dan juga cocok digunakan sehari hari.

Silahkan pilih sendiri.

Lalu akan muncul opsi apakah kita ingin menambahkan Revenge repo ke list. Pilih saja yes jika kalian menginginkan paket ekstra yang ditawarkan.

Lalu diberi lagi opsi apakah kita ingin menginstall pacmac. Pacmac adalah GUI installer. Sama seperti Synaptic di Debian.

Jika kalian ingin menginstall desktop, maka kalian harus menginstall display manager. Disini saya rekomendasikan lightdm karena ringan.

Untuk desktopnya, silahkan pilih sesuai keinginan dan selera.

Sekarang masuk tahap akhir yaitu install sistem ke harddisk. Jangan lupa install bootloader



Oke. Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu.... Seperti menunggu dia putus dengan pacarnya...



Dan...


Baiklah sekian tutorial kali ini. Jika ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan.

Catatan
Saat kalian menginstall menggunakan Zen Installer, sistem yang kalian install memang Arch Linux, namun bisa dibilang OS nya berbeda. Sama seperti saat kalian remastering Ubuntu. Jadi jika di kemudian hari kalian mendapatkan error, kemungkinan kalian tidak akan mendapatkan bantuan dari komunitas. Usahakan untuk menginstall Arch Linux secara standar, atau kalau memang masih terpaku dengan GUI, gunakan Manjaro.

Artikel Terkait Arch Linux

3 comments: