Tampilkan postingan dengan label DracOs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DracOs. Tampilkan semua postingan

Langkah Langkah Instalasi DracOs Linux 2.1

Kamis, 12 Januari 2017

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis langkah langkah instalasi DracOs 2.1 kodenama LEAK yang baru dirilis beberapa hari yang lalu. jadi buat kalian yang masih bingung langkah langkah instalasi DracOs Linux di harddisk silahkan disimak.

Cara Membuat Bootable USB DracOs di Windows dan Linux

Rabu, 11 Januari 2017

Oke kali ini saya akan menulis tutorial Cara Membuat Bootable USB dracOs di Windows & Linux. Bootable USB sendiri nantinya akan berguna untuk instalasi DracOs Linux.

DracOs 2.1 Dirilis sebagai Versi Penutup DracOs Leak

Senin, 09 Januari 2017

Sekitar bulan juli lalu, dracOs 2.0 dengan codename 'Leak' dirilis dan sekarang versi 2.1 dirilis sebagai penutup versi kali ini yang nantinya akan memunculkan versi baru yaitu versi 3 dengan codename 'KUNTILANAK'. Pada versi 2.1 ini dracOs sudah bisa standalone alias sudah mempunyai installer yang dibuat oleh developer dracOs.

Permudah Manajemen Koneksi di DracOS Linux dengan DCM

Senin, 12 Desember 2016

Pengguna sistem operasi DracOs Linux memag dituntut untuk "tidak manja" dengan diminimalisirnya fitur desktop pada distro pentest ini. Tentu saja untuk sekedar konek ke wifi saja harus ketik beberapa command, berbeda dengan Ubuntu atau Kali Linux yang sudah ada icon connect di pojok kanan atas. Nah bang Fachri Oktavian (Co-Founder of Cyber Security IPB)  membuat tools yang bisa memudahkan kalian untuk manajemen koneksi di DracOs bernama DCM (DracOS Connection Manager).

Asal Usul Nama DracOs Linux

Sabtu, 10 Desember 2016

Yoo, bagaimana kabar Linuxer Indonesia? Pasti sudah tau dong dengan DracOs Linux. Distro Pentest karya Indonesia ini memang mulai populer dan "go international". Nah mungkin ada yang masih bertanya maksud ata "DracOs" ini apa sih? Berikut penjelasannya.

Go to International, Dracnmap Masuk Daftar Tools BlackArch

Selasa, 29 November 2016

Adalah suatuhal yang membanggakan ketika tools buatan dalam negeri bisa terpampang di distro linux yang cukup populer, BlackArch. Hal ini tentunya juga akan memberi motivasi lebih kepada developer developer di Indonesia agar lebih bersemangat menggeluti bidang opensource.